Penjelasan ILMIAH Kenapa Terjadi Bau Mulut Selama Berpuasa?

Posted On 9 September 2009

Filed under Serba-serbi

Comments Dropped leave a response

 Bau mulut atau biasa disebut halitosis sering terjadi selama berpuasa. Apakah bau mulut harus selalu terjadi selama kita berpuasa?

Sebenarnya bau mulut tidak selalu terjadi pada seseorang yang sedang berpuasa. Secara normal apabila mulut kita kering karena air liur yang kurang atau akibat kita kurang melakukan aktifitas berkunyah akan menyebabkan bau mulut tidak segar, Kata Dr. Ari Fahrial Syam dari FKUI-RSCM.

“Hal inilah yang terjadi apabila kita sedang berpuasa dimana selama 14 jam, dimana tidak ada makanan yang kita kunyah dan tidak ada air atau cairan yang kita minum. Tetapi sebenarnya bau mulut yang ditimbulkan selama kita berpuasa bukan merupakan bau mulut atau halitosis yang terjadi akibat kelainan suatu organ,” jelas Dr. Ari.
Bau mulut akibat kelainan sesuatu organ dapat terjadi akibat kelainan pada rongga mulut, dari Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT), dari saluran pernafasan atau saluran pencernaan. Sebagian besar sebenarnya penyebab bau mulut bersumber akibat kelainan pada rongga mulut.

Keadaan rongga mulut yang berpotensi untuk menimbulkan bau mulut adalah adanya karies atau gigi berlubang atau adanya sisa akar gigi, karang gigi, peradangan pada gusi (gingivitis), atau penggunaan gigi palsu yang tidak benar.
Keadaan kelainan pada gigi menimbulkan bau mulut yang tidak sedap karena, antara lain:

– Gigi berlubang Pada gigi berlubang terjadi penumpukan sisa makanan dalam lubang gigi tersebut, sehingga terjadi proses pembusukan sisa makanan oleh bakteri dan hal inilah yang menimbulkan bau busuk.

– Sisa akar gigi Pada akar gigi sisa makanan juga dapat tertinggal akibat adanya permukaan akar gigi yang kasar sehingga sisa makanan yang tertinggal tersebut sulit dibersihkan.

– Karang gigi Pada gigi yang mempunyai karang gigi pada permukaannya akan menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar sehingga hal ini menyebabkan sisa makanan mudah menempel dan sulit dibersihkan dan lama kelamaan akan menyebabkan penebalan lapisan karang gigi yang pada akhirnya menimbulkan bau yang tidak sedap.

– Peradangan pada gusi (gingivitis) Radang pada gusi terjadi karena adanya karang gigi yang menempel di gigi dan gusi dimana hal ini akan menyebabkan peradangan gusi. Gusi yang meradang tersebut akan menimbulkan bau yang tidak sedap.

– Penggunaan gigi palsu yang tidak benar Gigi palsu seharusnya dirawat seperti gigi asli sehingga harus selalu dibersihkan dari sisa-sisa makanan, jika gigi palsu tersebut tidak dibersihkan akan menimbulkan bau yang tidak sedap.
Mengingat pentingnya kesehatan gigi dan juga informasi bahwa penyebab terbanyak bau mulut adalah karena masalah gigi seperti yang disebut di atas maka masalah seputar gigi dan rongga mulut yang ada harus diobati.
Biasanya jika selama berpuasa terjadi bau mulut akibat kelainan gigi, biasanya keadaan ini akan lebih dirasakan. Oleh karena itu selama berpuasa jika merasakan bau mulut yang berlebihan harus selalu berpikir kemungkinan adanya kelainan pada rongga mulut.

Sumber : http://inilah.com/berita/ramadhan/2009/09/09/153154/kenapa-terjadi-bau-mulut-selama-berpuasa/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s